CPO (Palm Oil) Cycle Analysis

Saat ini kita sedang dalam tahap convergence antara CPO dan soybean oil dari price gap yang sangat besar. Background gap besar dan digabung dengan price action terlihat mirip dengan apa yang terjadi di Juni 2021: gap besar terbentuk dalam fase upswing di kedua market, kemudian disusul dengan sharp downturn dimana fase convergence dimulai (Chart 1). Semua chart menggunakan weekly timeframe dalam metriks USD/ton.
Chart 1. CPO vs soybean oil analogue: June 2021 & June 2026

Ada 2 interval yang menjadi great interest untuk saya di tahun 2021 yang bisa dilihat di Chart 2. Interval pertama berlangsung selama 17 minggu dari pivot low Juni 2021 ke mid-Oktober 2021. Interval pertama memperkecil price gap (spread) antara soybean oil ā CPO. Normalisasi spread ini dicapai dengan soybean oil berada dalam sideways selagi CPO naik ā mirip dengan apa yang terjadi saat ini.
Interval kedua terjadi 25 minggu dari pivot low Juni 2021. Interval kedua memberi convergence pivot di kedua market di mid- Desember 2021. Dari point ini, kedua market melanjutkan bull market bersamaan. Di bagian penutup, saya akan kembali ke implikasi dari interval kedua ini untuk forecast ke depan. This point is the real deal.
Ā
Chart 2. June 2021 CPO vs Soybean Oil

Sekarang kita akan mengekstrapolasikan pengalaman di tahun 2021 dengan posisi market saat ini.
Chart 3 menunjukan pivot 29 Juni 2026 sebagai starting point dua interval: 17 minggu dan 25 minggu. Interval pertama akan berakhir di 26 Oktober 2026 dan akan menandakan point dimana spread soybean oil ā CPO mencapai titik minimum. Sekali lagi, semua chart menggunakan weekly timeframe. Kita bisa expect spread tightening ini dicapai dengan kelanjutan kenaikan CPO dan kelanjutan sideways di soybean oil.
Dari pivot high CPO di akhir Oktober 2026, CPO dan soybean oil kemungkinan akan mengalami koreksi ringan hingga interval kedua yang berkahir di akhir Desember 2026 dimana kedua market akan menemukan pivot low yang akan mengantar mereka ke fase bull market selanjutnya.
Chart 3. CPO ā Soybean Oil Extrapolation (Present: 25 August 2026)

Sekarang kita akan menambah analisa waktu ini ke dalam analisa geometri.
Dari analisa sebelumnya kita bisa expect kelanjutan kenaikan CPO hingga interval pertama di akhir Oktober 2026. Chart 4 menambahkan channel di CPO yang dibuat dengan menghubungkan dua pivot low yang kemudian di copy-paste ke pivot high 2024. Intersection antara diagonal (trendline) dan garis vertikal 26 Oktober 2026 memberikan kita target harga CPO 1.367 USD/t.
Chart 4. CPO channel

Banyak trader menggunakan fibonacci expansion tool untuk proyeksi harga. Di Chart 5 kita akan menggunakan konsep yang sama dengan membuat kotak. Anda bisa melihat 2 kotak identik di Chart 5. Kotak pertama dibuat dengan menghubungkan pivot low May 2023 dengan pivot high November 2024. Kotak kedua adalah copy-paste kotak pertama yang diletakan di pivot low May 2025. Voila! Kita tidak hanya menemukan target price 1.367 USD/t lagi, tapi lebar kotak juga menunjukan dengan jelas keberadaan sebuah cycle di CPO yang apabila masa lalu berulang akan terjadi kembali di akhir Oktober 2026. Anda telah melihat bagaimana dua metode yang tidak berhubungan memberikan konklusi yang sama.
Chart 5. CPO Price & Time Projection

Sekarang kita akan membahas singkat mengenai interval kedua. Mudah-mudahan Anda tidak melupakan ada 2 interval yang menjadi great interest saya. Interval pertama akan berakhir di akhir Oktober 2026. Analisa geometri di Chart 4 & 5 tidak mengimply kalau trend bull market CPO akan berakhir di Oktober 2026.
Oktober 2026 akan mengakhiri interval pertama. Market kemudian masuk ke dalam interval kedua yang berakhir di akhir Desember 2026. Di tahun 2021, pivot dari interval kedua ini adalah waktu dimana pivot low dari berbagai macam komoditas terjadi, termasuk crude oil. Dari pivot Desember 2021 ini, bull market komoditas memasuki fase explosive. Narasi umum adalah invasi Russia menjadi penyebabnya. Not true. Invasi Russia justru terjadi di late-stage fase ini.
Perhatikan apa yang akan terjadi di komoditas ketika sinkronisasi pivot low terjadi di Desember 2026. Dalam skenario saya, pivot Desember 2026 ini akan mengantar CPO menembus upper channel. Dugaan saya, pivot Desember 2026 ini akan menjadi awal dimana semua supply disruption yang sudah terjadi semenjak selat Hormuz ditutup akhirnya mulai masuk ke dalam pricing di paper market. Nayā¦tidak hanya selat Hormuz, tapi juga semenjak Nordstream pipeline meledak di September 2022. Yes, hingga saat ini saya percaya kalau paper market komoditas dimanipulasi besar-besaran semenjak Nordstream pipeline meledak. Manipulasi ini tidak hanya terbatas di energy market, tapi juga menjalar ke agriculture. Manipulasi ini tidak hanya menggunakan extreme leverage di futures market untuk menekan harga paper market. Di sisi lain, di dunia nyata, supply shortage dari produksi ditutupi dengan supply dari persediaan. Inventory drain besar-besaran ini, dari gandum hingga crude oil, menjadi narasi āsupply glutā yang hingga saat ini masih efektif dalam menekan harga komoditas di paper market.
Hereās the thingā¦.CEOs big oil companies sudah berkali-kali memberi public statement kalau inventory mereka (commercial inventory) sudah sangat tipis. Di samping itu, public data dengan jelas menunjukan kalau SPR (Strategic Petroleum Reserve) US terjun bebas. Ā Selat Hormuz masih ditutup. Ukraine telah berhasil merusak energy infrastructure Russia mulai dari fasilitas di kota-kota Russia hingga shadow fleet di lautan yang mengangkut crude oil dari Russia yang dibeli oleh China dan India. Jika dilihat dari perspektif ini, kelanjutan bull market komoditas adalah āwaiting gameā untuk sesuatu yang āinevitableā. Saya memiliki point of great interest di Desember 2026. Ā Ā Ā
Saya perlu menunjukan kalau pivot low crude oil di akhir tahun 2021 terjadi dahulu sebelum pivot low CPO dan soybean oil terbentuk (Chart 6). Crude oil memiliki cycle beat yang seringkali overlap dengan siklus conjunction antara Mercury dalam retrograde dengan matahari. Siklus ini terjadi 3-4 kali dalam setahun. Cycle beat terakhir terjadi di 12 Juli 2026. Pivot low signifikan di crude oil terakhir terjadi di 2 Juli 2026. Pretty close. Mercury retrograde cycle beat berikutnya akan terjadi di 4 November 2026. Semua analisa ini memberi tahu kita untuk memberi lebih banyak perhatian di komoditas (agrikultur dan energy) di November-Desember 2026. Ketika crude oil melanjutkan bull marketnya, itu adalah lampu hijau untuk energy market lainnya seperti natural gas dan coal. Ā Ā Ā
Chart 6. 2021 Crude Oil early pivot low


![Palm Oil (CPO) Stocks: The Third Wave [BWPT, LSIP, AALI]](https://static.wixstatic.com/media/9cbcba_0efae83b285043ab9cd3d60805293d5c~mv2.png/v1/fill/w_980,h_457,al_c,q_90,usm_0.66_1.00_0.01,enc_avif,quality_auto/9cbcba_0efae83b285043ab9cd3d60805293d5c~mv2.png)

Komentar